[X]
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juli 2009

Kisah Sesaat Jacko Sebelum Meregang Nyawa 0

http://www.topnews.in/files/michael-jackson_1.jpgDengan menggigil dan panik, anak perempuan Michael Jackson, Paris, berteriak, "Mana ayah?" begitu tim paramedis menjejakkan kaki memasuki rumah bergaya istana ala Hollywood, Kamis pekan lalu.

Dengan rambut pirang lebatnya yang acak-acakan disertai tangisan, bocah perempuan berumur 11 tahun ini dirangkul erat oleh dua saudara lelakinya, Prince Michael dan Prince Michael II, dan bertiga mereka menangisi sang ayah yang terbaring tidak sadarkan diri di kamar tidurnya.

Ini adalah suasana yang berubah kacau yang dihadapi petugas pertolongan darurat manakala mereka menyerbu masuk ke rumah bergaya istana di kompleks Carolwood Drive, Los Angeles, yang dikontrak Jacko Rp 1,7 miliar sebulan.

Ketiga bocah yang menjadi tambatan hidup dan bagian terpenting si Raja Pop ini mendadak terhempas ke dalam mimpi buruk bahwa ayah mereka yang superstar musik itu tak akan selamat. Seperti terjadi pada setiap babak kehidupan para legenda musik yang bermasalah, saat-saat terakhir hidup Michael juga diliputi permainan hidup yang mengerikan.

Pertama, anak-anaknya dan juga dokter pribadinya, Conrad Murray, semula berpikir Jacko sedang bercanda berpura-pura mati. Lalu, dengan sembrono Jacko mengatakan pada seorang teman dekatnya bahwa dia ingin "pergi seperti Elvis."

Setelah itu, dia menolak merehabilitasi kecanduannya pada obat-obatan terlarang.

Terakhir, obat-obatan inilah yang menghancurkan pola tidurnya serta membuatnya kerap mengigau "tidur sambil jalan" bagaikan mayat hidup atau "zombie" dalam video musiknya,"Thriller".

Paramedis tiba di kediaman Jacko pukul 12.30 siang, hanya sembilan menit setelah mereka menerima panggilan darurat 911.

Sumber yang menjadi staf Jacko mengisahkan, "Suasana krisis segera menebar ke seluruh ruangan rumah bagaikan tiupan angin puyuh."

Ketiga bocah dibawa ke satu ruang oleh sembilan pengasuh, tetapi mereka mengira ayah mereka sedang bercanda. Dia memang sering bermain dengan berpura-pura mati, lalu tiba-tiba bangun untuk mengejutkan anak-anaknya, makanya anak-anak itu mengira dia sedang bercanda.

"Namun, begitu mereka melihat ambulans tiba, mereka benar-benar terguncang. Paramedis berlarian ke loteng, sementara sirene meraung-raung. Anak-anak itu ketakutan dan mulai menangis dan berteriak memanggil ayah mereka."

Untuk menghindarkan mereka dari trauma melihat sang ayah yang kaku digotong keluar rumah dengan bantuan alat pernapasan hingga menutupi mukanya, anak-anak itu segera dibopong dimasukkan ke bagian belakang satu kendaraan yang ditunggui kakak perempuan Michael, La Toya, dan ibunya Katherine.

Paris, bocah perempuan berusia 12 tahun, dan si bungsu yang masih berumur enam tahun, Prince Michael II, dibawa serta ke UCLA Medical Centre.

Begitu tiba di rumah sakit, mereka langsung ditenangkan oleh anggota keluarga besar Jackson yang membawakan mereka krayon dan kertas gambar sebagai pengalih perhatian, kemudian menghiburnya bahwa ayah mereka akan segera membaik, kendati ayah mereka sebenarnya telah terbujur kaku di ruang operasi.

Sejenak bergiliran mereka memeluk saudara-saudara tuanya dan berdoa untuk ayah mereka.

Dalam wawancara eksklusif dengan News of the World, penasihat spiritual Michael, Deepak Chopra, menceritakan, "Banyak sekali orang di sana dan anak-anak itu kelimpungan, berteriak, dan menangis."

Setelah Michael Jackson diumumkan meninggal pukul 02.26 siang, anggota keluarga sambil terisak-isak membawa anak-anak Jacko ke rumah utama keluarga Jackson di Encino.

Hanya sekitar tiga jam sebelumnya, Jacko disuntik Demerol—obat penenang berbahan morfin yang membahayakan dan acap disebut Michael sebagai tonik untuk kesehatannya—yang diperkirakan menjadi penyebab kematiannya.

Chopra yang juga adalah seorang dokter terkenal serta anggota American College of Physicians mengonfirmasikan bahwa obat penenang itu telah disuntikkan dengan teratur. "Itu satu hal yang sangat tidak pantas yang sedikit pun tak boleh terlintas pada pikiran Anda. Bagi saya, itu (komposisi dan frekuensinya) jelas dia telah diberikan obat di luar takaran (overdosis)," kata Chopra.

News of the World mendapat konfirmasi dari dokter pribadi Michael yang merupakan kardiolog asal Las Vegas, Conrad Murray, bahwa dia memang berada di samping Jacko saat ajal menjemputnya, dan sempat mengira pasiennya itu sedang berpura-pura mati.

"Sangat menyedihkan, Murray mengaku mengira Michael sedang bercanda, seperti yang sering dilakukannya ketika menggoda anak-anaknya. Namun kali ini, tragisnya itu sungguhan. Murray mencoba berbicara dengan Michael demi menyadarkannya, tetapi dokter ini segera menyadari bahwa ini bukan guyonan. Dia segera tahu bahwa Michael sedang dalam bahaya besar."

Kaget karena teman sekaligus pasiennya tengah berjuang mempertahankan hidup, Murray dengan gelisah kemudian berusaha menyadarkan kembali Michael, meneriakinya untuk segera sadar kembali.

Sumber News of The World ini melanjutkan, "Ketika teriakannya semakin nyaring, dia meminta staf lain membantunya. Mereka lalu berdatangan mendekat dan melihat Michael pucat pasi, ambruk di atas ranjang. Dia dibopong ke bawah ranjang untuk kemudian diberi beberapa pernapasan buatan.

"Murray kelihatan hampir menangis dan tidak bisa berbicara apa-apa lagi. Itulah saat panggilan ke 911 disampaikan. Tetapi Murray tahu Michael sebenarnya telah meninggal dunia."

"Kami diberi tahu bahwa Michael telah disuntik tranquilleser (obat penurun stres) pada malam sebelumnya dan dia berjalan gelisah mengelilingi rumah."

"Dia telah menjalani hari yang melelahkan pada saat latihan demi pertunjukannya nanti yang baru selesai tengah malam. Anehnya latihan itu membuatnya benar-benar terjerat, dia begitu kelelahan sampai tidak bisa tidur."

"Dia tak bisa duduk atau diam barang sejenak, dan meminta untuk disuntik syarafnya. Hanya Tuhan yang tahu berapa banyak pil penenang yang telah dia telan. Michael berada di ujung tanduk, tenggelam dan benar-benar kacau. Dia mengeluh bahwa jantung dan dadanya berdetak cepat."

Chopra mengungkapkan, sang bintang adalah pribadi yang sakit seraya menambahkan, "Dia pernah bilang pada saya bahwa dia 'ingin pergi' seperti Elvis, bukan seperti Marlon Brando. Saya pikir secara tidak sadar dia telah memperkirakan (akhir kematiannya seperti apa)."

Elvis meninggal dunia di usia ke-42 di tengah drama besar dalam mansion Graceland (rumah besarnya) di Memphis, Tennessee, sedangkan Brando meninggal dunia di usia ke-80 karena masalah kesehatan biasa.

Michael yang menghabiskan 10 juta dollar AS untuk perawatan kesehatannya, bertemu Chopra pada 1988 dan keduanya terus akrab sampai Jacko meninggal.

Chopra yang juga dokter telah berupaya menolong sang bintang menjauhi kecanduannya pada obat-obatan.

Dia mengisahkan, "Setelah kasus pelecehan anak pada 2005 Michael menemuiku dan menginap selama seminggu di rumahku."

"Suatu hari tiba-tiba dia meminta resep. Dia tahu aku dokter sehingga dia meminta obat narkotika. Saya tanya dia, 'Untuk apa kamu inginkan narkotika?' Dari situ saya segera tahu dia telah menjadi pemakai (narkoba) dan kemungkinan besar sejumlah dokter telah memberikan obat-obatan narkotik itu."

Jacko berkilah, dia hanya mengonsumsi obat penenang untuk sakit kepalanya, tetapi Chopra tidak melihatnya berusaha melawan kecanduannya pada obat-obatan terlarang yang adalah masalah besar.

Chopra membujuk Michael untuk pergi ke pusat rehabilitasi korban narkoba, tetapi sang biduan menolak.

"Aku benar-benar putus asa menolongnya. Anda tak akan bisa menolong orang yang sedang dalam penolakan. Saya pikir ketergantungan pada narkoba itulah yang bertanggung jawab atas kematiannya. Itulah yang menjadi penyebab serangan jantungnya."
Baca lanjutannya...

Sabtu, 27 Juni 2009

Michael Jackson meninggal 0

Michael Jackson, mendadak dilarikan ke rumah sakit, Los Angeles karena gagal jantung, 25 Juni 2009. Nyawa Jacko tak terselematkan lagi. Ia meninggal dunia sekitar pukul 12.30 siang waktu Amerika. Track record kesehatan Jacko selama ini memang sudah tidak stabil. Jacko tercatat sering sakit-sakitan selama ini.

Tahun 1984, Jacko pernah mengalami luka bakar saat sedang menyanyi untuk pembuatan iklan komersial, Pepsi-Cola. Karena itu, Jacko harus melakukan operasi plastik di bagian kulit kepala demi menghilangkan rasa sakit akibat luka bakar tersebut.

Setelah itu, raja pop dunia ini juga ramai dikabarkan operasi plastik untuk mengubah bagian hidung dan dagunya. Tahun 1993, salah seorang dokter kulit Jacko, Dr. Arnold Klein, mengungkapkan bahwa Jacko memiliki gangguan pada kulit tubuhnya, yang disebut sebagai vitiligo. Penyakit kulit ini disebabkan karena kehilangan melanin, yakni bagian dari pigmen yang menentukan warna kulit, rambut dan mata.

Selain itu, Jacko pernah dikabarkan dirawat di rumah sakit karena sakit di bagian dada, tahun 1990. Tak lama kemudian Jacko menderita dehidrasi hingga harus menunda konsernya pada Agustus 1993. Di tahun yang sama, bulan November konser Jacko juga terpaksa harus di cut karena ia kecanduan obat pereda sakit di tengah-tengah kasus penganiayaan terhadap anak kecil yang dituduhkan padanya.

Tak lama, tepatnya di bulan Desember 1995 Jacko lagi-lagi harus dilarikan ke rumah sakit karena jatuh pingsan, akibat penyakit dehidrasi dan darah rendah yang dideritanya, saat sedang latihan di Beacon Theater, New York. Namun, kondisi Jacko cepat kembali stabil.

Masih di tengah-tengah kasus pelecehan terhadap anak-anak di bulan Juni 2005, Jacko mengeluh sakit di bagian punggung dan harus dirawat beberapa hari di rumah sakit.

Sekitar bulan Mei lalu, sebuah rumor menyebar kalau Jacko menderita kanker kulit. Tapi Randy Philips, presiden CEO of AEG Live, membuat statement di CNN bahwa kondisi Jacko baik-baik saja, seperti biasanya tanpa penyakit apapun.

Akhirnya, Jacko menemui ajal di rumahnya sendiri di Los Angeles dan dibawa ambulans ke UCLA Medical Center. Brian Oxman, pengacara keluarga Jackson menyampaikan pada CNN bahwa Jacko meminum obat sebelum berangkat latihan, tapi ia sendiri kurang tahu obat apa yang dikonsumsi Jacko saat itu.

Baca lanjutannya...

Minggu, 21 Juni 2009

Presiden AS Jadi Islami 0

BARACK HUSSEIN OBAMA banyak membuat catatan baru bersejarah bagi bangsa Amerika. Juga bagi kaum muslim sedunia. Selama negeri terkuat di dunia ini terbentuk dan lahir sebagai sebuah bangsa, jauh lebih 230 tahun yang silam, pada Amerika melekat predikat sebagai ras eropa bercorak kristiani yang sangat kental.

Selalu ada kepentingan dan kecurigaan tersembunyi dari seorang presiden. Sejak akhir perang dunia kedua, presiden AS harus mendukung negeri Yahudi yang bernama Israel. Sebelas menit setelah Israel memproklamirkan kemerdekaannya bulan Mei 1948, Presiden Harry Truman langsung mengakui satu-satu negara Yahudi di dunia itu. Penggantinya, bukan hanya mendukung, tetapi melindunginya dengan dukungan militer, uang dan moral.

Kalau mau menang pemilu dan terpilih sebagai presiden, setiap calon presiden harus punya komitmen mati dalam janji kampanye, untuk mendukung Israel. Coba-coba saja menghina Israel dan orang Yahudi dalam kampanye, dijamin orang itu tak akan terpilih. Pasti!

MENYAPA SALAM

Sangat berbeda jauh perlakuan AS terhadap Islam. Makin benci seorang calon presiden AS terhadap islam, mungkin makin mudah meraih simpati pemilih. Namun dalam prakteknya ketika sudah menjadi presiden, tidak sekejam itu. AS selalu akan memanjakan sahabat-sahabat tradisional, yang jutsru kebanyakan negara Islam.

Saudi Arabia, negara menjadi tempat dua kota suci umat Islam, justru diperlakukan sebagai “negara bagian AS ke 51”. Seorang presiden AS, mau-maunya menjemput seorang anak pangeran dari Saudi, hanya untuk kunjungan berobat. Laura Bush, istri Presiden George Bush muda, pernah disindir oleh sebuah pertanyaan sinis, “apakah Anda tidak cemburu dengan Raja Abdullah?”. Mengapa bisa begitu? Karena waktu Raja Abdullah datang ke ranch pribadi Presiden Bush di Texas, dia disambut pelukan oleh tuan rumah dengan ciuman kelewat mesra oleh Bush.

Sejak Bush turun tahta, kebencian AS terhadap Islam mulai meredah. Bush yang selama 8 tahun memerintah, selalu sibuk memusuhi Islam dan memberi label paten negatif dengan embel-embel “terrorist” atau “jihadist” pada Islam. Dia sibuk memburu Osama bin Laden, setan hidup yang dituduh berada dibalik serangan ke AS tahun 2001. Anehnya, keluarga bin Laden adalah mitra bisnis keluarga Bush. Dan, saudara kandung Osama berada dalam satu ruangan dengan ayahnya Bush, mantan Presiden George Bush tua saat terjadi serangan 11 September 2001.

Pengganti Bush malah membawa sebuah pesan kepada dunia Islam yang bertolak belakang darinya. Bukti kesungguhan itu dinyatakan dalam pidato Presiden Barack Obama di Kairo untuk dunia Islam awal Juni 2009.

“Wah hebat ya, Obama pakai ucapan salam alaikum”, komentar teman saya. “Alaah…itu sih biasa”, jawab saya. Memang sudah lama saya tak mendengar ucapan ‘salam alaikum’ keluar dari bibir seorang presiden AS. Presiden Jimmy Carter adalah presiden AS pertama yang mengucapkan ‘assalamu alaikum’ di muka publik, ketika dia datang di siang bolong di bandara Riyadh, Saudi Arabia pada 3 Januari 1978.

Sebelumnya tidak pernah ada ucapan itu dalam protokol kepresiden AS, meskipun Gedung Putih kebanjiran tamu negara dari negeri Islam. Hanya saja pertama kali seorang presiden AS mengucapkan bahasa Arab dalam sambutannya, waktu Raja Faisal datang ke Gedung Putih bulan Juni 1966. “Ahlan wa sahlan”, sambut Presiden Lyndon Johnson. Kejadian serupa diulangi lagi oleh Presiden Ronald Reagan ketika menyambut kedatangan Raja Fahd di halaman Gedung Putih bulan Februari 1985. Tetapi itu hanya ucapan budaya, bukan ekspresi sebuah kepercayaan. ‘Ahlan wa sahlan’ berarti selamat datang dalam bahasa Arab.

Presiden AS yang pertama kali memakai ucapan ‘Assalam alaikum’ adalah Presiden Dwight Eisenhower. Dia menulis surat ucapan selamat jalan kepada Presiden Soekarno yang telah 18 hari melanglang Amerika. Dalam surat tertanggal 5 Juni 1956, dia mengakhiri suratnya kepada Soekarno dengan ‘salutation’, “Assalamu ‘alaikum. Selamat djalan. DWIGHT D. EISENHOWER”.

MENGUNJUNGI SAHABAT

Pada tanggal 14 November 1906, Presiden terpilih Teddy Roosevelt mengunjungi Terusan Panama. Inilah tercatat sebagai kunjungan pertama kali seorang presiden AS ke luar negeri. Sejak itu setiap presiden AS harus berkunjung ke luar negeri sebagai tugas utama diplomatik. Kemana saja mereka? Yang jelas datang ke sekutu tradisionalnya, negara-negara Eropa barat dan ‘halaman rumah AS’, yaitu negara Amerika Latin serta Jepang dan Korea.

Bagaimana negara Islam? Enggan untuk dikunjungi. Sejak perang dunia kedua berakhir, memang ada saja negara Islam yang didatangi presiden AS, meski tak banyak. Hanya Presiden Truman dan Presiden Kennedy yang tak pernah mengunjungi satu pun negara Islam. Kennedy merencanakan datang ke Jakarta pada musim semi tahun 1964, tapi batal karena mati ditembak.

Presiden Franklin Roosevelt adalah presiden AS pertama yang mengunjungi sebuah negeri Islam, yaitu Maroko pada Januari 1943. Itupun bukan mau bertemu tuan rumah, cuma numpang ketemu dengan PM Inggris Winston Churchill. Saat itu Maroko adalah protektorat Prancis. Roosevelt hanya mendatangi 3 negara Islam (Maroko, Mesir dan Iran) selama 12 tahun di Gedung Putih. Tujuannya cuma numpang ketemu pemimpin negeri lain saja, bukan mendatangi si tuan rumah. Mengunjungi negeri Islam nantinya ditiru para penggantinya. Biasanya negara Islam yang didatangi seorang presiden AS, “yang itu-itu juga” dan sudah menjadi sekutu sejarah, seperti Mesir, Turki, Saudi Arabia, Iran (sebelum musuhan tahun 1979), dan Pakistan. Bahkan iseng-iseng ke Bangladesh, yang pertama kali kedatangan seorang presiden AS ketika Presiden Clinton ke sana tahun 2000.

Indonesia sebagai negeri Islam terbesar di dunia, baru pertama kali didatangi oleh seorang presiden AS pada Juli 1969, ketika Presiden Richard Nixon datang ke Jakarta. Saat itu Barack Obama yang kelak menjadi presiden kulit hitam pertama, masih sekolah dan tinggal di Jakarta. Bahkan Presiden Gerald Ford yang hanya 2 tahun 5 bulan jadi presiden, tak pernah ke negara Islam, kecuali ke Indonesia pada Desember 1975. Kedatangannya saat itu disambut oleh hangar bingar konser kelompok musik Inggris Deep Purple di Jakarta yang manggung di Stadion Senayan bersamaan waktunya.

Presiden Jimmy Carter yang waktunya habis memusuhi Iran, hanya sempat ke Iran (beberapa minggu sebelum meletus revolusi iIslam anti-Amerika), Saudi Arabia, Mesir (seminggu dua kali datang waktu mendamaikan dengan Israel tahun 1979). Pengganti Carter, yaitu Presiden Ronald Reagan yang malas berkunjung ke luar negeri karena terbentur aturan astrologi, justru hanya mengunjungi Indonesia (April – Mei 1986), sebagai satu-satunya negara Islam yang dikunjungi selama 8 tahun jadi presiden. Dia tak pernah ke Timur Tengah!

Barulah Presiden Bush tua, Clinton dan Bush muda mulai sering datang ke negeri Islam. Bahkan Clinton yang menjadi presiden AS paling banyak berkunjung ke luar negeri, mendatangi negeri islam di Afrika, yaitu Nigeria dan Senegal, seperti yang dilakukan Presiden Carter. Saking seringnya berkunjung, sebanyak 5% dari 8 tahun berkuasa dihabiskan Clinton di luar negeri! Pernah dia lupa membayar bill (tagihan) minumannya di sebuah pub di Irlandia, sehingga pihak kedutaan AS di Dublin harus mengeluarkan uang.

MERAYAKAN LEBARAN DI GEDUNG PUTIH

Latar pendidikan Bill Clinton yang sekolah di Oxford dan pandangannya yang pluralis, membuat dia lebih lunak dan sangat mengerti islam sebagai sebuah kepercayaan. Dialah presiden pertama AS yang mengunjungi sebuah mesjid ketika berkunjung ke luar negeri. Dia mendatangi Mesjid Istiqlal, Jakarta saat menjadi tamu Presiden Soeharto.

Pada tahun 2000 Clinton membuat tradisi buka puasa bersama (iftar) di Gedung Putih untuk para diplomat Islam dan tokoh-tokoh Islam terkemuka. Tradisi ini dilanjutkan dengan baik oleh Bush yang banyak membunuhi orang sipil muslim di Irak dan Afghanistan. Lebih heboh lagi, Clinton merayakan Idul Fitri pertama kalinya di Gedung Putih pada Februari 1996. Sekitar 200 tamu (ada yang membawa bayi sedang tertidur), termasuk bintang bola basket Houston Rockets Hakeem Olajuwon, diundang datang ke The Indian Treaty Room of the Old Executive Office Building, Gedung Putih. Mereka diisajikan masakan khas timur tengah, seperti hummus, baba ganuosh dan tabbouleh, merayakan berakhir bulan suci Ramadan.

Setiap tahun pun Gedung Putih juga mengirimkan ucapan selamat berpuasa dan lebaran bagi umat Islam sedunia, sebuah tradisi yang selalu dilakukan sampai kini. Mungkin saja akan dilanjutkan oleh Presiden Barack Obama yang sangat kental dengan latar belakang Islam. Ketika Obama mengunjungi sebuah mesjid besar di Turki, dia diperlihatkan sebuah silsilah Nabi Muhammad, yang cucunya bernama Hussein, yang juga menjadi nama tengah dari Barack Obama.

MENGAKUI NEGARA AS

Tentu berlebihan bila menjuluki AS sebagai musuh Islam dan negara-negara Islam. Dalam sejarah diplomatik, AS justru sering menekan dan memarahi “anaknya” Israel, meski selalu melindunginya. Juga AS sering mengancam serangan nuklir pada negara-negara komunis selama mereka bermusuhan. Tetapi AS tak pernah dan tak berani menegur dan menyakiti Saudi Arabia, menyindir keras Mesir atau mencela negara Jordania. Padahal jelas-jelas, pelaku penyerangan 9/11 hampir 99,99% adalah warga negara Saudi Arabia. Juga dengan Indonesia ataupun Malaysia, mereka sangat berhati-hati mengeluarkan pernyataan keras yang bisa menyinggung perasaan pemimpinnya.

AS dan dunia Islam seperti hubungan “love and hate”. Tetapi tidak dengan Maroko. Sebuah negeri Islam paling barat di Afrika Utara. Negeri kerajaan yang diperintah keturunan langsung Nabi Muhammad itu, adalah sahabat sejati dan absolut bagi AS. Negeri itu kini diperintah oleh Raja Muhammad VI sejak 1999, yang dikenal dengan sebutan “M Six”, yang juga keturunan ke 43 dari Nabi Muhammad.

Ketika AS masih bayi sebagai sebuah negara, tidak ada negeri di dunia yang mau mengakuinya. Hanya Maroko yang melakukannya. Setahun setelah merdeka tahun 1776, Maroko mengakui AS sebagai negara. Sikap ini diperjelas dengan penandatanganan sebuah traktat antara AS dan Maroko tahun 1786, yang menjadi perjanjian paling awet dalam sejarah AS. Perjanjian itu ditandatangani Thomas Jeffrson dan John Adams (keduanya kelak menjadi presiden AS) dengan Raja Muhammad III dari Maroko saat itu. Kesepakatan ini menjadikan Maroko sebagai negara pertama di dunia yang mengakui Amerika Serikat.

sumber

http://www.koki-kolomkita.com/baca/artikel/2/233/presiden_as_jadi_islami_

Baca lanjutannya...

Minggu, 03 Mei 2009

Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 0

Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden RI ke enam dan Presiden pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Bersama Drs. M. Jusuf Kalla sebagai wakil presidennya, beliau terpilih dalam pemilihan presiden di 2004 dengan mengusung agenda "Indonesia yang lebih Adil, Damai, Sejahtera dan Demokratis", mengungguli Presiden Megawati Soekarnoputri dengan 60% suara pemilih. Pada 20 Oktober 2004 Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik beliau menjadi Presiden.

Presiden SBY, seperti banyak rakyat memanggilnya, lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. Seorang ilmuwan teruji, beliau meraih gelar Master in Management dari Webster University, Amerika Serikat tahun 1991. Lanjutan studinya berlangsung di Institut Pertanian Bogor, dan di 2004 meraih Doktor Ekonomi Pertanian.. Pada 2005, beliau memperoleh anugerah dua Doctor Honoris Causa, masing-masing dari almamaternya Webster University untuk ilmu hukum, dan dari Thammasat University di Thailand ilmu politik.

Susilo Bambang Yudhoyono meraih lulusan terbaik AKABRI Darat tahun 1973, dan terus mengabdi sebagai perwira TNI sepanjang 27 tahun. Beliau meraih pangkat Jenderal TNI pada tahun 2000. Sepanjang masa itu, beliau mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan di Indonesia dan luar negeri, antara lain Seskoad dimana pernah pula menjadi dosen, serta Command and General Staff College di Amerika Serikat. Dalam tugas militernya, beliau menjadi komandan pasukan dan teritorial, perwira staf, pelatih dan dosen, baik di daerah operasi maupun markas besar. Penugasan itu diantaranya, Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad, Panglima Kodam II Sriwijaya dan Kepala Staf Teritorial TNI.

Selain di dalam negeri, beliau juga bertugas pada misi-misi luar negeri, seperti ketika menjadi Commander of United Nations Military Observers dan Komandan Kontingen Indonesia di Bosnia Herzegovina pada 1995-1996.

Setelah mengabdi sebagai perwira TNI selama 27 tahun, beliau mengalami percepatan masa pensiun maju 5 tahun ketika menjabat Menteri di tahun 2000. Atas pengabdiannya, beliau menerima 24 tanda kehormatan dan bintang jasa, diantaranya Satya Lencana PBB UNPKF, Bintang Dharma dan Bintang Maha Putra Adipurna. Atas jasa-jasanya yang melebihi panggilan tugas, beliau menerima bintang jasa tertinggi di Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipurna.

Sebelum dipilih rakyat dalam pemilihan presiden langsung, Presiden Yudhoyono melaksanakan banyak tugas-tugas pemerintahan, termasuk sebagai Menteri Pertambangan dan Energi serta Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan pada Kabinet Persatuan Nasional di jaman Presiden Abdurrahman Wahid. Beliau juga bertugas sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dalam Kabinet Gotong-Royong di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada saat bertugas sebagai Menteri Koordinator inilah beliau dikenal luas di dunia internasional karena memimpin upaya-upaya Indonesia memerangi terorisme.

Presiden Yudhoyono juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil. Beliau pernah menjabat sebagai Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership for the Governance Reform, suatu upaya bersama Indonesia dan organisasi-organisasi internasional untuk meningkatkan tata kepemerintahan di Indonesia. Beliau adalah juga Ketua Dewan Pembina di Brighten Institute, sebuah lembaga kajian tentang teori dan praktik kebijakan pembangunan nasional.

Presiden Yudhoyono adalah seorang penggemar baca dengan koleksi belasan ribu buku, dan telah menulis sejumlah buku dan artikel seperti: Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005), The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), dan Coping with the Crisis - Securing the Reform (1999). Ada pula Taman Kehidupan, sebuah antologi yang ditulisnya pada 2004. Presiden Yudhoyono adalah penutur fasih bahasa Inggris.

Presiden Yudhoyono adalah seorang Muslim yang taat. Beliau menikah dengan Ibu Ani Herrawati dan mereka dikaruniai dengan dua anak lelaki. Pertama adalah Letnan Satu Agus Harimurti Yudhoyono, lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 yang sekarang bertugas di satuan elit Batalyon Lintas Udara 305 Kostrad. Putra kedua, Edhie Baskoro Yudhoyono, mendapat gelar bidang Ekonomi dari Curtin University, Australia.

Baca lanjutannya...
 

Sains news flash

Newsflash tekno

Health news

Copyleft by Ganang Ardiy Tama | This blog is proudly powered by Blogger.com | Domain by Pandi |